Sejarah Bahasa Indonesia
BUKU AJAR BAHASA INDONESIA AKADEMIK
Penulis:
Sugihastuti dan Situ Sudah
Design Cover & Layout:
Fitono Gulo & Diah K K
Cetakan I, Januari 2016
Cetakan II, November 2016
Penerbit
PUSTAKA PELAJAR
Celeban Timur UH III/548 Yogyakarta 55167
Telp. (0274) 381542, Fax. (0274) 383083
E-mail: pustakapelajar@yahoo.com
Website: pustakapelajar@yahoo.com
ISBN: 978-602-229-473
Untuk mendapat meraih kedudukannya sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, bahasa Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang. Telah diketahui bersama bahwa bahasa Indonesia yang kita gunakan saat ini berasal dari bahasa Melayu. Ada beberapa alasan yang menyebabkan diangkatnya bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia. Pertama, bahwa bahasa Melayu merupakan linggua Franca (bahasa yang dipergunakan sebagai alat komunikasi sosial di antara orang-orang yang berlainan bahasanya) di Indonesia.
Jauh sebelum bahasa Indonesia ada dan digunakan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara di Indonesia, bahasa Melayu sudah lebih dahulu menjadi alat komunikasi di Indonesia. Hal ini dapat di lihat dari banyaknya prasasti pada zaman kerajaan Sriwijaya (kisaran abad VII) yang ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu, seperti prasasti di Talang Tuwo, Palembang yang berangka tahun 686,dan prasasti karang Brahi yang berangka tahun 686.
Selain itu, keberadaan bahasa Melayu sebagai linggua Franca di Indonesia juga dapat dilihat dari daftar kata-kata yang di susun oleh seorang Portugis bernama Pigafetta pada tahun 1522. Daftar tersebut dia susun berdasarkan kata-kata dari bahasa Melayu yang ada dan tersebar penggunaannya di kepulauan Maluku, juga pada surat keputusan yang bernomor K.B.1871. Nom104 menyatakan bahwa pengajaran di sekolah-sekolah bumi putera diberikan dalam bahasa daerah, kalau tidak,dipakai bahasa Melayu.
Alasan yang menyebabkan diangkatnya bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia adalah kesederhanaan sistem bahasa Melayu yang tidak memiliki tingkatan. Tidak seperti bahasa Jawa yang memiliki tingkatan seperti Krama,Krama madya,dan bgoko,bahasa Melayu tidak mengenal tingkatan-tingkatan seperti itu. Bahasa Melayu yang tidak mengenal tingkatan-tingkatan dalam sistem bahasa ini menceritakan kesan bahwa bahasa Melayu mudah di pelajari.
Selain itu, diterima diangkatnya bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia disebabkan kerelaan sebagai suku di Indonesia untuk menerima bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia.
Bentuk kerelaan ini puncaknya terjadi pada kongres pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 yang melahirkan teks Naskah Sumpah Pemuda, yang salah satu butirnya berbunyi,"kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia".
Alasan lain yang menyebabkan diangkatnya bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia adalah kesanggupan bahasa Melayu untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas. Kesanggupan ini buktikan dengan keberadaan bahasa Melayu yang merupakan alat perhubungan antara orang-orang yang berlainan bahasanya di Indonesia. Sebagai alat perhubungan tersebut, bahasa Melayu telah mampu membuktikan kemampuannya dalam menerjemahkan segala perilaku dan bentuk-bentuk budaya yang ada di Indonesia sehingga mereka yang berada di luar wilayah kebudayaan Indonesia pun dapat memahami segala bentuk dan perilaku yang ada di Indonesia.
Ada macam-macam fungsi bahasa. Salah satu fungsi bahasa itu ialah sebagai alat komunikasi. Tujuan utama Buku ini adalah untuk memberikan dasar-dasar kemahiran berbahasa Indonesia kepada para mahasiswa dan penulis. Para penulis dan peneliti, misalnya, diharapkan dapat oleh mereka.

Komentar
Posting Komentar