Mana Jemen Kelas
Nama : Rina Surya Afsah
Nim : 12001249
Kelas : 4G/PAI
Makul : Magang 1
Sebelum kita lebih jauh membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu saya akan menguraikan pengertian dari kelas. Jika dilihat dari banyaknya pengertian tentang kelas, dapat saya simpulkan pengertian kelas secara sempit dan luas (Kamus Bahasa Indonesia, 2008:669). Dalam arti sempit kelas merupakan ruang tempat belajar di sekolah. Dalam arti luas kelas merupaan semua tempat yang dapat digunakan atau dapat diakses oleh guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Sehingga kelas memiliki cakupan yang luas, di mana ada interaksi guru dan siswa terkait membahas ilmu pengetahuan, maka tempat tersebut dapat disebut dengan kelas. Namun sekarang seiring dengan perkembangan teknologi, tempat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pun semakin kompleks dan canggih. Pembelajaran tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun dapat dilakukan tanpa tatap muka (daring), seperti pembelajaran dengan sistem e- learning, dan media pembelajaran lain.
Manajemen kelas merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. lebih rinci berikut akan saya paparkan apa itu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan:
1) Perencanaan merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan semua aktivitas yang akan dilakukan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan.
2) Pengorganisasian merupakan keseluruhan proses pengelompokan semua tugas, tanggung jawab, wewenang, dan komponen dalam proses kerja sama sehingga tercipta suatu system kerja yang baik dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkaan.
3) Pengarahan/kepemimpinan merupakan keseluruhan proses mempengaruhi, menolong, mengajak, menggerakkan, dan menuntun orang lain dalam proses kerja agar berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai denganaturan yang berlaku dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
4) Pengawasan menurut Kinbrough dan Nunnery (1983) mengartikan pengawasan sebagai proses memonitor kegiatan-kegiatan. Tujuannya untuk menentukan harapan-harapan yang secara nyata dicapai dan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
Dari pengertian manajemen diatas dapat kita garis bawahi bahwa manajemen adalah rangkaian kegiatan atau tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Manajemen kelas juga merupakan persyaratan penting dalam menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik. Keefektifan manajemen kelas sangat tergantung kepada bagaimana guru memahami berbagai aspek pelaksanaannya. Berikut aspek-aspek manajemen kelas yang harus dilakukan seorang guru: a) Mengecek kehadiran siswa; b) Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut; c) Pendistribusian bahan dan alat; d) Mengumpulkan informasi dari siswa; e) Mencatat data; f) Pemeliharaan arsip; g) Menyampaikan materi pembelajaran; dan h) Memberikan tugas/pekerjaan rumah.
Aspek-aspek yang sudah disebutkan diatas sangat mendukung guru dalam mencapai tujuan dari manajemen kelas. adapun tujuan dari manajemen kelas adalah untuk: 1) mewujudkan situasai dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin, 2) menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghambat terwujudnya interaksi pembelajaran, menyediakan dan mengatur fasilitas belajar serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social, emosional, dan intelektual siswa di dalam kelas, serta membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang social, ekonomi, budaya, serta sufat-sifat individunya (Dirjen. PUOD dan Dirjen.Dikdasmen, 1996).
Tujuan yang dikemukakan (Dirjen. PUOD dan Dirjen.Dikdasmen, 1996) dapat saya simpulkan bahwa tujuan manajemen kelas ialah menciptakan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Upaya guru menciptakan dan mempertahankan kondisi yang diharapkan akan efektif apabila:
a) diketahui secara tepat faktor-faktor yang dapat menunjang terciptanya kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar mengajar;
b) diketahuinya masalah-masalah yang diperkirakan dan yang mungkin tumbuh yang dapat merusak iklim belajar mengajar; dan
c) dikuasai berbagai pendekatan dalam manajemen kelas dan diketahui pula kapan dan untuk masalah mana satu pendekatan digunakan (Entang dan Joni, 1983:7).
Pengajaran merupakan serangkaian kegiatan yang bermaksud memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan secara langsung. Manajemen kelas merupakan segenap upaya guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen kelas menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Sehingga nampak jelas bahwa peran guru dalam manajemen kelas sangat menentukan keefektifan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa.
Berdasarkan artikel pada the learning university, (Universitas Negeri Malang), Fungsi dari manajemen kelas ialah “memberi makna pembelajaran”, juga penting bagi tercipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. Jika diuraikan fungsi-fungsi dari manajemen kelas sebagai berikut:
a) Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas.
b) Merencanakan, yakni memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode / teknik yang tepat.
c) Mengorganisasikan, yakni menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
d) Memimpin, yakni pemimpin harus memiliki sifat kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi suri tauladan.
e) Mengendalikan, yakni memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
Komentar
Posting Komentar