Ini Tentang Aku
Ini Tentang Aku
"Rina apa kabar?" tanya pera
"kabar baik"
"wah lama tidak ketemu, sekarang lihat kamu makin cantik saja" "Ada-ada caja. sama kok seperti dulu." balas ku "Gimana, masih aktif tarkam?"
Mendengar pertanyaan itu hatiku Jadi terganggu. "Tidak, aku sudah tidak aktif lagi.." Jawabku pada Pera dengan
han kesal.
"Kenapa kamukan bagus saat bermain. sayang kalo berhenti lho Jelas Pera.
"Tidak apa-apa sudah. Tidak usah tanya ah... Jawab dengan hati yang kesal lagi.
"Boleh dong aku tanya begitu, kan kamu sering tarkam Jelas Pera.
"iya, udah tidak usah tanyakan itu lagi." kami pun mengganti pembicaraan dengan masalah tentang diri
kami. Seharian Penuh kami mengobrol di kafe Blingkaan tempat makanku dengan Pera Setiap harinya.
Waktunya Pera Kembali ke silat kamipun akhirnya berpisah.
Sepulang dari Pertemuan itu. aku kembali memikirkan Pembicaraan kami siang tadi. Betul kata pera sayang kalo berhenti, karena kawan-kawanku yang Masih aktif tartam sekarang sukses bahkan sampai tarkam keluar pulau sampai di hadian kan Liburan ke malaysia.
Akupun teringat dengan masa dimana aku masih aktif tarkam. Sri teman tarkam ku dari aku SMA dan dia juga teman sekampung ku, kami sering tarkam bersama dan selalu mqjny di klub yang sama. Sampai satu waktu kami berdua duduk di kursi Tunggu di belakang lapangan Volly Pada saat tarkam.
"Emuk, hari ini kamu sangat keren main nya" kata Sri "Ah, bisa saja kamu sri," jawabku singkat."Kamu juga Mantap main nya tadi."
"тарі aku tidak sebaik kamu tadi saat main". Jelas Sri.
"Iya, tapi kita juga harus sering latihan lagi ya supaya Makin mantap mainya." Jawab ku Pada Sri.
"siap..." kata sri.
kemudian kami lanjut berjalan menuju ke tempat kawan-
kawan yang lain nya. Disaat itu Perutku mulai tidak enak. diawali dengan rasa yang ingin muntah, sampai lambungku terasa Perih dan panas, disitu aku ijin untuk istirahat dan tidak ikut latihan diakibatkan kecapean. Karena asam lambungku kambuh diakibatkan karena kecapekan.
"Rina." Sapa Sri dengan nada keras.
"Iya, ada apa?," tanya ku penasaran
"Itu, si kak Maya suruh cari kawan buat main ke Sadak nanti,kamu mau tidak?", tanya Wilda
"ya nanti kita bertiga bibayar sama kak maya 1.500.000.000 bagi tiga". Jelas Sri.
"kapan main nya?" tanya ku.
"Lusa kita main. Olya ini kita di bayar untuk sekali main ya," kata Sri.
"Baik lah. aku Pikir - Pikir dulu ya ucapku." nanti aku kabari lagi kalian berdua".
"Loh, Kenapa kamu Rin, biasanya langsung kamu lya kan?" tanya Wilda, "Iya,biasanya kamu bersemangat kalau dengar di ajak tarkam. "Ucap Sri.
"Tidak apa-apa", kata ku dengan hati yang sedih.
Aku pun langsung mengalihkan pembicaraan dengan membahas tentang kuliah,kami berlanjut ngobrol hingga tak terasa sudah larut malam,Sri dan Wilda pun pamit pulang. Setelah Sri dan Wilda pulang aku pun mulai memikirkan tawaran itu,tapi aku juga memikirkan asam lambungku yang tidak boleh dibawa kecapekan.

Komentar
Posting Komentar